AKURATIA

CV & PT Keluar dari PPh Final — Apa yang Harus Disiapkan Sekarang

Setelah masa PPh final 0,5% habis, PT dan CV membayar pajak dari laba fiskal, bukan omzet. Daftar persiapan konkret — pembukuan akrual, rekonsiliasi fiskal, penyusutan, PPh 25 — dan kapan mulai mengerjakannya.

Diperbarui 20 September 2026 · Bukan nasihat pajak atau hukum — verifikasi dengan konsultan Anda.

Bagi PT dan CV kecil, PPh final 0,5% terasa seperti "pajak tanpa pembukuan": omzet dikali setengah persen, setor, selesai. Sejak PP 20/2026, skema itu hanya tersisa untuk yang sudah memakainya sebelum 22 April 2026 — dan hanya sampai jangka waktunya habis (3 tahun untuk PT, 4 tahun untuk CV/firma). Sesudahnya berlaku tarif umum PPh badan yang dihitung dari laba kena pajak. Artikel ini tentang jarak antara dua dunia itu, dan cara menyeberanginya tanpa panik di bulan April.

Apa yang berubah, dalam satu kalimat

Dari "berapa uang masuk?" menjadi "berapa laba, setelah beban yang boleh dikurangkan?" — dan otoritas pajak berhak meminta bukti untuk setiap angka di dalamnya.

Lima hal yang harus ada sebelum tahun pertama tarif umum

1. Pembukuan akrual yang lengkap

Bukan lagi buku kas. Anda perlu neraca (aset, kewajiban, ekuitas) dan laba rugi (pendapatan, beban) yang mengakui transaksi saat terjadi, bukan saat uangnya bergerak: faktur yang belum dibayar adalah piutang dan pendapatan; tagihan pemasok yang belum dibayar adalah utang dan beban. Pasal 28 UU KUP mewajibkan pembukuan bagi wajib pajak badan, dan pemeriksa akan memintanya.

Praktis: pilih daftar akun yang wajar untuk usaha Anda, isi saldo awal per 1 Januari tahun pertama tarif umum (kas, bank, piutang, persediaan, aset tetap, utang, modal), lalu catat setiap transaksi sebagai jurnal — lewat faktur penjualan/pembelian, kas masuk/keluar, atau jurnal umum.

2. Rekonsiliasi fiskal

Laba komersial ≠ laba fiskal. Beberapa beban yang wajar secara bisnis tidak boleh dikurangkan (koreksi positif), misalnya sanksi/denda pajak, sumbangan di luar yang diatur, biaya untuk kepentingan pribadi pemilik, pembentukan cadangan, dan pajak penghasilan itu sendiri. Ada juga koreksi negatif, misalnya penghasilan yang sudah dikenai PPh final (bunga deposito, sewa tanah/bangunan) yang dikeluarkan dari laba kena pajak.

Praktis: tandai sejak awal akun-akun yang "pasti dikoreksi" agar rekonsiliasi di akhir tahun tinggal menjumlahkan, bukan menelusuri ulang 12 bulan.

3. Penyusutan fiskal

Aset tetap disusutkan menurut kelompok harta fiskal (kelompok 1: 4 tahun, kelompok 2: 8 tahun, dst.; bangunan permanen 20 tahun) dengan metode garis lurus atau saldo menurun. Ini bisa berbeda dari penyusutan komersial yang Anda pakai di laporan keuangan — selisihnya masuk rekonsiliasi fiskal.

Praktis: buat daftar aset tetap dengan tanggal perolehan, harga perolehan, kelompok fiskal, dan metode. Aset yang dibeli di masa PPh final tetap harus masuk daftar dengan nilai buku fiskal yang benar.

4. Angsuran PPh 25 bulanan

Tahun pertama tarif umum biasanya belum punya dasar angsuran (SPT tahun lalu memakai skema final). Angsuran dihitung berdasarkan ketentuan wajib pajak baru — biasanya dari proyeksi laba tahun berjalan — dan dibayar paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Kurang bayar di SPT tahunan harus dilunasi sebelum SPT disampaikan (paling lambat 30 April).

5. Kewajiban yang ikut datang

Wajib pajak badan dengan tarif umum umumnya juga menjadi pemotong PPh: PPh 21 untuk gaji karyawan, PPh 23 untuk jasa/sewa, PPh 4(2) untuk sewa bangunan — masing-masing dengan bukti potong, setoran (tanggal 10), dan SPT Masa unifikasi (tanggal 20). Bila omzet melewati Rp 4,8 miliar, Anda juga wajib dikukuhkan sebagai PKP dan memungut PPN.

Tarif yang berlaku

Tarif PPh badan umum 22%. Wajib pajak badan dengan omzet ≤ Rp 50 miliar mendapat pengurangan 50% atas bagian laba kena pajak yang proporsional dengan omzet sampai Rp 4,8 miliar (Pasal 31E). Contoh kasar: omzet Rp 3 miliar, laba fiskal Rp 300 juta → seluruh laba memperoleh fasilitas → PPh = 300 juta × 22% × 50% = Rp 33 juta. Bandingkan dengan PPh final 0,5% × 3 miliar = Rp 15 juta: pajaknya bisa naik lebih dari dua kali lipat, dan itulah mengapa persiapan beban yang terdokumentasi sangat menentukan.

Kapan mulai

Waktu Yang dikerjakan
≥ 12 bulan sebelum tahun pertama tarif umum Mulai pembukuan akrual paralel (boleh sederhana). Rapikan daftar aset tetap.
6 bulan sebelum Tentukan daftar akun final, kebijakan penyusutan komersial vs fiskal, siapa yang mencatat harian.
Bulan pertama tahun tarif umum Saldo awal per 1 Januari terkunci; angsuran PPh 25 pertama dihitung.
Setiap bulan Rekonsiliasi bank, kunci periode, tandai koreksi fiskal saat mencatat — bukan di April.
Januari–Maret tahun berikutnya Laporan keuangan final, rekonsiliasi fiskal, SPT 1771 + lampiran (laporan keuangan, daftar penyusutan).

Cara AKURATIA membantu

Profil pajak menyimpan bentuk badan dan tahun mulai memakai skema final, lalu menghitung sisa jangka waktu dan memperingatkan di halaman PPh Final. Modul PPh Badan menyediakan rekonsiliasi fiskal per akun (koreksi positif/negatif ditandai sekali, dipakai tiap tahun), daftar penyusutan fiskal per kelompok harta, dan perhitungan PPh 25. Kalender pajak mengingatkan tanggal 10, 15, 20, dan akhir bulan. Semua aturan (tarif, kelompok harta, tanggal) tersimpan sebagai paket aturan berversi, jadi laporan tahun lalu tidak berubah ketika aturan baru terbit.

Mulai dari solusi untuk UKM berbadan hukum atau baca dulu siapa yang masih boleh memakai PPh final.

Rujukan: UU PPh Pasal 17 & 31E, UU KUP Pasal 28, PP 20/2026, PMK tentang penyusutan fiskal. Bukan nasihat pajak — angka dan jangka waktu untuk kasus Anda harus diverifikasi dengan konsultan pajak.

Laporan keuangan yang selalu siap — staf Anda yang input, Anda yang menyetujui

Bayar jasa pembukuan Rp 1,5–2 juta sebulan tetapi laporannya telat dan tidak bisa dilihat kapan saja? AKURATIA membuat laporan per unit usaha yang bisa dicek dari HP, dengan angka...

Panduan lain